Bima, Suaraberadab.com – Dalam upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar, STKIP Taman Siswa Bima menggelar workshop bertajuk “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Project-Based Learning” di SDN Inpres Lewidewa. Kegiatan ini, yang berlangsung selama dua hari pada 4 dan 7 September 2024, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis proyek, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan Perangkat Pembelajaran Berbasis PjBL.
Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh dosen-dosen STKIP Taman Siswa Bima, dengan kolaborasi bersama SDN Inpres Lewidewa. Kepala sekolah SDN Inpres Lewidewa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini. “Kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pendekatan Project-Based Learning,” ujar kepala sekolah dalam sambutannya.
Sebanyak 20 guru dari SDN Inpres Lewidewa berpartisipasi dalam workshop yang menghadirkan tiga pemateri utama, yaitu Hairunisa, M.Pd., Nur Fitrianingsih, S.Kom., M.M., dan Arif Rahman Hakim, M.Pd. Pada hari pertama, peserta diberikan pelatihan intensif tentang penyusunan perangkat pembelajaran berbasis model Project-Based Learning. Setelah materi selesai disampaikan, dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi para guru untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi di kelas.
Hari kedua workshop difokuskan pada penggunaan teknologi dalam pembuatan penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis PjBL. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi pendidikan seperti Canva dan Liveworksheet yang dapat memudahkan mereka dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis, tetapi juga mendorong guru-guru untuk lebih inovatif dalam menyusun perangkat pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.
Menurut Hairunisa, M.Pd., ketua tim pengabdian masyarakat dari STKIP Taman Siswa, tujuan utama workshop ini adalah untuk mempersiapkan guru-guru SDN Inpres Lewidewa dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern. “Dengan pendekatan Project-Based Learning dan penggunaan teknologi, kami berharap para guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan efektif, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang mengikuti dengan antusias. “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada STKIP Taman Siswa yang telah memberikan pelatihan ini. Kami berharap kegiatan serupa akan terus diadakan untuk mendukung peningkatan kompetensi kami sebagai pendidik,” ujar Sirajuddin, S.Pd., kepala sekolah SDN Inpres Lewidewa.
Hasil dari workshop ini termasuk peningkatan pemahaman guru terkait penyusunan dan penggunaan teknologi dalam pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis PjBL, dan penerapan Project-Based Learning dalam kelas. Selain itu, para guru juga diberikan sertifikat atas partisipasi mereka dalam workshop ini, yang diharapkan dapat membantu mereka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Dengan keberhasilan pelaksanaan workshop ini, STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di berbagai sekolah, khususnya dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka. (Tim)