Bima, Suaraberadab.com – Team teaching mata kuliah Pengembangan PKn SD menggelar Kuliah Umum dengan tema, Mahasiswa Prodi PGSD yang progresif melalui edukasi Kurikulum Merdeka. Pada kesempatan kuliah umum tersebut, turut hadir Ketua STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis), Dr. Ibnu Khadun Sudirman, M.Si., beserta sejumlah dosen, lebih dari 100 mahasiswa semester 3 yang mengambil mata kuliah pengembangan PKn SD, serta sejumlah guru di berbagai sekolah yang berada di Kabupaten Bima.
Kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan secara daring tersebut diwarnai antusiasme dari seluruh peserta. Dr. Edy Herianto, M.Ed., selaku narasumber kuliah umum diberi tema khusus oleh panitia untuk menyampaikan materi tentang ragam kebijakan dan penyusunan RPP yang mendukung program Merdeka Belajar.
Koordinator mata kuliah pengembangan PKn SD sekaligus ketua panitia dalam kuliah umum, Mila Septian Haryati, M.Ed mengatakan bahwa pada matakuliah pengembangan PKn SD. Dirinya bersama team teachingnya memiliki sub pokok bahasan dalam RPS semester ganjil mengenai pengembangan perangkat pembelajaran PKn khususnya RPP yang mendukung merdeka belajar.
“Sehingga, dalam rangka mengaktualisasikan isi RPS agar lebih bermakna bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan disemester ganjil tersebut, diadakanlah kuliah umum untuk mahasiswa di mata kuliah tersebut,” ujarnya pada media ini via akun whatsaapnya, Selasa (31/10/2023).
Mila (sapaan akrabnya), juga mengulas sambutan yang disampaikan Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., pada kegiatan yang digelar 29 November 2023 itu. “Sebagai dosen yang kuliah pada bidang keilmuan S2 (UGM-Politik) S3 (UI-Politik) beliau juga menjadi bagian dari pengampu matakuliah PKn. Dengan demikian dalam sambutannya beliau mengatakan akan pentingnya bagi para dosen untuk mengadakan kegiatan sebagaimana yang dilakukan oleh team teaching pada pengembangan PKn SD. Sementara itu, beliau juga mengatakan akan pentingnya materi pada kuliah tersebut yakni kurikulum merdeka mengingat dalam lingkup perguruan Tinggipun, seluruh dosen dan mahasiswa diminta agar terus mengupgrade diri agar mampu berkembang dan terus maju, sehingga kualitas pendidikan dapat meraih capaian-capaian yang luar biasa,” kutipnya.

Bagaimana pelaksanaan kuliah umum? Berikut ringkasan aktifitasnya.
Dalam kuliah umum yang dilaksanakan, ada lebih dari puluhan peserta bertanya yang terdiri dari mahasiswa, guru, dan dosen. Salah seorang mahasiswa prodi PGSD kelas III/C , Nurhaliza Andini bertanya terkait: upaya apa yang dapat dilakukan oleh calon guru seperti mereka agar mampu menghadapi tantangan dalam mewujudkan siswa yang memiliki karakter dan ciri profil pelajar Pancasila. Jawaban dari Dr. Edy Herianto, M.Ed yang merupakan alumni dari The university of Houston, Texas-USA tersebut adalah menjadi seorang guru harus memiliki niat yang tulus dan baik, karena membina siswa itu bukan perkara yang mudah, dan seorang guru selain harus memiliki niat yang tulus jg harus memiliki kemampuan dan kemauan dalam membimbing dan membina peserta didik. Jika guru tidak mau dan mampu dalam membimbing dan membina siswa dalam menjadi versi terbaik dirinya, maka jangan menjadi guru. Menjadi guru tidak boleh setengah-setengah. Harus selalu mengupayakan yang optimal saat proses membina dan membimbing siswa.
Selain mahasiswa, salah seorang guru di SDN Inpres 2 Tangga, Rizkiana, S.Pd., bertanya apakah dengan hadirnya profil pelajar Pancasila, akan menyebabkan berubahnya jam pelajaran yang ada? Dr. Edy Herianto M.Ed menjawab bahwa pada dasarnya khususnya di SD, pembelajaran didesign secara tematik, dengan demikian guru-guru yang menerapkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran profil pelajar Pancasila cukup memberikan inovasi dalam pembelajarannya melalui kegiatan belajar dalam bentuk proyek profil pelajar Pancasila. Dalam hal ini, materi yang diajarkan disekolah melalui pendekatan tematik (baik PKn dan sebagainya) jamnya tidak ada yang berubah dari jumlah jam yang telah ditentukan sekolah sebelumnya, hanya saja proses belajar dalam bentuk projek yang harus diintegrasikan dengan mata pelajaran terkait.
Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari para peserta yang hadir. Disesi terakhir kuliah umum moderator yang merupakan koordinator mata kuliah pengembangan PKn, Mila Septian Haryati, M.Ed memberikan simpulan secara ringkas terkait topik yang pada hari itu dibahas yakni: pada dasarnya kurikulum merdeka ruhnya adalah : keleluasaan guru/mahasiswa/siswa dalam melaksanakan pembelajaran serta proses pembelajaran yang diharapkan sebenarnya adalah berfokus pada kualitas bukan kuantitas. Sementara itu, kurikulum merdeka pada dasarnya sebuah kurikulum yang memberi kebebasan bagi pelaksana (stakeholder) didalamnya, baik bebas dalam berpikir maupun dalam bertindak. Namun demikian kebebasan itu bukan kebebasan yang kebablasan (tanpa arah), melainkan kebebasan yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Moderator kemudian menyerahkan penghargaan berupa sertifikat kepada narasumber. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutupan (foto bersama) dan mengisi google form untuk mengetahui tanggapan dari para peserta, apakah kuliah umum tersebut memiliki esensi? Serta bermanfaatkah untuk diri para peserta?
Ucapan terima kasih disampaikan oleh moderator kepada Narasumber Bapak Dr. Edy Herianto, M.Ed selaku narasumber, Bapak Ibnu Khaldun Sudirman M.Si, selaku Ketua STKIP Taman siswa Bima, serta juga berterimakasih kepada ketua prodi PGSD, kepala sekolah, guru, serta dosen dan mahasiswa yang telah hadir dan bersama menyukseskan acara kuliah umum pada hari tersebut. Kegiatan diakhiri dengan sesi penutupan yang dirangkaikan dengan ucapan penutup oleh MC dan foto bersama. (tim)